
CIBODAS – Sebanyak 85 mahasiswa semester 2 dari jurusan Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melaksanakan kegiatan eksplorasi ilmiah di Kebun Raya Cibodas pada 3 Juni 2026. Kunjungan ini disambut langsung oleh Ahmad Jaeni Ashari, S.Hut., M.Si., selaku PIC Fungsi Layanan KKI Kebun Raya Cibodas, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah – BRIN. Agenda lapangan ini turut diikuti oleh para dosen dan asisten praktikum dengan tujuan memperdalam pemahaman mengenai konservasi tumbuhan dan edukasi lingkungan secara langsung.
Pemandu Kebun Raya Cibodas memaparkan bahwa area ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan fasilitas konservasi yang mengelola beragam koleksi ilmiah. Inventarisasi tersebut mencakup tumbuhan, artefak, batuan, hewan, mikroorganisme, hingga plasma nutfah. Fokus utama lembaga ini terletak pada pembibitan, penanaman, perawatan, serta pemeliharaan koleksi guna mendukung fungsi penelitian, pendidikan, dan jasa lingkungan.
Sejarah berdirinya Kebun Raya Cibodas menjadi materi penting bagi peserta, mengingat institusi ini didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann. Saat ini, kawasan tersebut telah sukses mengelola sekitar 12.546 spesimen yang terbagi ke dalam 205 famili tumbuhan.
Observasi lapangan menjadi agenda inti yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai keanekaragaman flora secara langsung. Objek pengamatan meliputi kayu manis (Cinnamomum sp.), pisang (Musa sp.), bunga terompet (Brugmansia sp.), serta kelompok tanaman dari famili Rosaceae dan Moraceae yang berciri khas menghasilkan getah. Para mahasiswa bersama dosen pembimbing juga mempelajari keunikan berbagai jenis palem dari famili Arecaceae, termasuk Pinanga javana.
Ekosistem pegunungan yang sejuk menjadi tempat studi bagi kelompok lumut, seperti lumut hati dan lumut tanduk. Eksplorasi ini mendokumentasikan pula tanaman kayu putih (Eucalyptus sp.), Araucaria rulei, beragam jenis paku-pakuan (Pteridophyta), harendong (Melastoma sp.), serta paku purba Sphaeropteris (siatea) yang tumbuh menempel pada batang pohon.
Sesi pengamatan ditutup dengan penjelasan mengenai koleksi tanaman unik, yakni kantong semar (Nepenthes sp.) dan bunga bangkai (Amorphophallus sp.) dari famili Araceae. Edukasi mengenai perbedaan karakteristik antara bunga bangkai dan Rafflesia menjadi poin krusial bagi mahasiswa untuk meluruskan pemahaman umum mengenai kedua tumbuhan tersebut yang sering dianggap sama.